Daya Sumbar-Riau Dipasok dari Sumsel
”Dengan masuknya pembangkit itu ke sistem pekan depan, maka pemadaman hanya akan terjadi pada malam hari, sedangkan di luar beban puncak atau siang hari tidak lagi ada pemadaman,” kata Manajer Operasi PLN P3B Sumatera Sudibyo kepada Padang Ekspres via ponselnya, kemarin. Dikatakan Sudibyo, meskipun pembangkit Ombilin yang masuk itu 1×100 MW, tetapi daya yang berhasil disalurkan hanya sekitar 1×90 MW karena sebesar 10 MW habis dimanfaatkan untuk kebutuhan di kawasan Ombilin itu sendiri. ”Sedangkan sebuah pembangkit Ombilin lagi 1×100 MW yang sekarang diperbaiki, diperkirakan akan mulai masuk sistem akhir Agustus. Ini sesuai dengan perencanaan tahunan yang telah dibuat PLN,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sudibyo menyebutkan, akibat terjadinya pemeliharaan dan perbaikan pembangkit, saat ini pasokan daya di Sumbar dan Riau yang mengalami defisit dipasok dari Sumatera Selatan sebesar 220 MW. Dari total pasokan itu, sebesar 80 MW untuk Riau, selebihnya ke Sumbar. ”Namun, itu belum mencukupi, karena kebutuhan daya di Sumbar dan Riau mencapai 680 MW,” jelas Sudibyo. Sebelumnya General Manager PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan Mariyun Sanusi menyebutkan, saat ini pihaknya terus berupaya bekerja 24 jam untuk memastikan semua pembangkit bisa masuk sistim pada Agustus nanti.
Langkah tersebut sesuai dengan hasil pertemuan Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman dengan Dirut PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar, beberapa hari lalu. Saat itu Fahmi menyatakan ke Irman, pada awal Agustus pemadaman listrik di Sumbar akan berakhir. “Pekan depan yang masuk sistim, baru dua pembangkit yakni Ombilin 1×100 MW dan Sumatera Selatan 60 MW. Sedangkan pembangkit lainnya seperti pembangkit di Singkarak, tengah dipercepat perbaikannya sehingga Agustus bisa ready,” kata Mariyun yang mengatakan, sudah membicarakan kondisi ini dengan anggota DPD RI Irman Gusman. (*)