RSS

Pemadaman Bergilir Belum Teratasi

28 Agu

Pemadaman Bergilir Belum Teratasi

Jumat, 29 Agustus 2008

Padang, Singgalang
Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sumbar mengakui belum mampu mengatasi pemdaman bergilir, termasuk dalam bulan Ramadan mendatang. PLN pun mengaku, pihaknya banyak mendapat kritikan dari konsumen. Pemadaman bergilir sudah berlangsung sejak Mei lalu dan masih akan berlanjut pada masa mendatang, hingga perbaikan pembangkit dapat menyediakan energi listrik yang dibutuhkan. Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atas pemadaman bergilir, jajaran PLN Sumbar mengunjungi Harian Singgalang, Kamis (28/8), diterima Wakil Pemimpin Umum, H. Darlis Syofyan, Pemimpin Redaksi, Khairul Jasmi dan sejumlah redaktur.

Sebelum berkunjung ke Singgalang, rombongan PLN Sumbar yang terdiri dari GM PLN WIlayah Sumbar Hudiono, GM Pusat Pengatur dan Penyalur Beban (P3B) Sumatra, Zainal Sihete, Meneger Teknik PLN Sumbar Abdul Haris Oemar, Deputi Meneger Hukum dan Humas PLN Sumbar Asril Kalis serta Meneger Komunikasi dan Hukum P3B Sumatra Edi Isral juga bertemu dengan Gubernur Sumbar, menyampaikan masih diberlakukannya pemadaman bergilir selama bulan Ramadhan mendatang.

Berbagai upaya telah kita lakukan untuk mengantisipasi pemadaman listrik selama bulan Ramadan, tapi dengan kondisi pembangkit yang masih dalam perawatan masih dapat diatasi. Tapi dalam beberapa bulan ke depan kami terus mengebut masa pengerjaan dalam perawatan pembangkit listrik,” jelasnya.

Selain itu, pasokan energi listrik ke palanggan di Sumbar dipengaruhi perbaikan PLTA, kondisi debit air danau yang kian krisis di waduk pembangkit.

Dijelaskan, untuk mengatasi defisit litrik hanya bisa dilakukan pengurangan jatah pemadaman yang berdasarkan ketersediaan. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir Sumbar mendapat tambahan pasokan energi listrik dari Sumatra Selatan mencapai 230 Mw.

Bila kita paksakan memenuhi kebutuhan listrik dari Selatan akan dapat mempengaruhi tegangan atau trasnmisi interkoneksi Sumatra. Sebab daya beban listrik tidak dapat dipaksakan sesuai kebutuhan pelanggan di Sumbar, mengingat sambungan transmisi memiliki ambang batas maksimal dalam mengalirkan listrik bertegangan tinggi ini,” jelasnya.

Namun langkah untuk mengurangi frekwensi atau durasi pemadaman diupayakan memaksimalkan operasi secara penuh sesuai beban kapasitas PLTA Maninjau, Batang Agam dan Koto Panjang pada saat beban puncak. Di luar beban puncak pembangkit energi hydro ini akan dihentikan secara total untuk menyimpan persediaan air di waduk pembangkitan.

Sebelumnya telah memberitakan, perbaikan terowongan induk PLTA Singkarak telah berujung dengan pemadaman listrik secara bergilir. Pemadaman listrik mencapai durasi tiga kali sehari dengan pembagian waktu masing-masing dua atau tiga jam pemadaman.

Dengan kondisi yang ada saat ini, PLN sulit mmenghidari pemadaman bergilir. Masalah itu meliputi pengaruh persediaan energi pembangkit, baik dari persediaan air pada waduk maupun ketersediaan batubara secara jangka panjang dan perawatan rutin pembangkit.

Sementara untuk mengurangi pemadaman secara bergilir saat bulan puasa, PLN akan melakukan pemacingan curah hujan bagi daerah yang diperkirakan memiliki potensi hujan lebat. Memancing curah hujan itu dilakukan dalam bentuk modifikasi cuaca di sekitar pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi air.

Hudiono menyebutkan, krisis listrik yang terjadi di Sumbar dipengaruhi persediaan air waduk PLTA yang terus menipis. Kemudian dipengaruhi pula kemampuan serapan air di hulu waduk atau danau yang disebabkan faktor lingkungan.

Sedangkan GM Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3B) PLN Sumatra Zainal Sihete selaku pihak yang mengatur regulasi listrik untuk seluruh Wilayah PLN di Sumatra menyebutkan, pemadaman yang beruntun dilakukan beberapa bulan terkahir merupakan pemerikasaan pembangkitan atau chek inspection pada sejumlah PLTA. Hal serupa dilakukan pula pembangkit non hydro di luar musim hujan.

Pada saat PLTA tidak beroperasi, PLTU dan PLTG dioptimalkan beroperasi sesuai kapasitas produksi energ pembangkitan,” kata Zainal. o303

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Agustus 2008 in Berita

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: